Selasa, 25 Oktober 2011

Cara Merajut untuk Pemula

Haii, ni postingan keduaa. Berhubung aku penasaraaaan banget sama ngerajut, jadi aku bikin ni postingan, slaen bermanfaat bwt aq, bwt yg laen jugaa, kan aq jadi berbagi sedikit ilmuu (oweee :p)


Di mulai dari sejarah merajut . . .

Merajut pertama kali dilakukan oleh kaum pria di Jazirah Arab, Timur Tengah. Tujuannya untuk membuat permadani yang diperdagangkan oleh para pedagang Arab. Keterampilan merajut berikut hasil akhirnya yaitu permadani kemudian disebar ke berbagai belahan dunia. Di Asia mula-mula dikenal di daerah Tibet. Di Eropa mulai dikenal di Spanyol kemudian ke daerah pelabuhan di wilayah Mediterania. Kemudian oleh bangsa Spanyol, keterampilan merajut kemudian menyebar ke wilayah Eropa lainnya.
Coco Chanels pada tahun 1916 memakai Jersey pada setelannya yang sangat berpengaruh merupakan titik balik untuk kain rajut, yang menjadi terkenal di antara wanita moderat. Segera setelah itu, Jean Patou’s cubist-inspired, kain rajut dengan warna-warna blok adalah pilihan untuk baju sport. Pada tahun 1940 muncullah ikon pemakaian sweater-sweater pas badan, walaupun tahun 1950 lebih didominasi dengan rajutan popcorn konservatif. Pada tahun 1960 lebih muncul rajut zigzag Missoni yang lebih berwarna dan terkenal. Jaman ini juga menyaksikan kebangkitan dari Sonia Rykiel, dikenal “Queen of Knitwear” untuk sweater-sweater garis yang lebih berani dan dress clingy, dan sweater preppy diinspirasi oleh Kennedy. Pada tahun 1980, rajutan munjul dari pakaian sport dan menguasai mode tingkat atas; disain terkenal diantaranya “haute-bohemian cocoon coats” dari Romeo Gigli dan sweater cashmere kerah tinggi yang panjang dari Ralph Lauren.
Lambat laun karena ada kolonisasi Eropa di berbagai wilayah dunia, keterampilan ini menyebar hingga ke Amerika, Afrika, dan Asia. Merajut dan merenda disebarluaskan di Indonesia oleh bangsa Belanda, sehingga lebih sering dikenal dengan istilah hakken (merenda) dan breien (merajut). Saat ini kegiatan merajut, yang tadinya pekerjaan kaum pria, banyak diminati kaum wanita. (dari berbagai sumber)

Naaah, langsung ajah ke topiknya . . .
Haha :D, judulnya tadi cara merajut kenapa sejarahnya ya yg aq tulis?
Naah, sekarang, cara2 ngerajut,..

emmm, sbelum pake' jarum rajut, ada lebih baiknya kalo nyoba' pake' tangan dulu, gimaanaa? Ini nih cara2nya :

  1. Ikat benang di jari telunjuk. Hadapkan telapak tangan ke atas dan biarkan ujung benang yang pendek jatuh ke telapak. Lingkarkan ujung yang panjang di atas ikatan benang di telunjuk.
  2. Angkat ikatan benang yang bawah melalui lingkaran benang yang atas, dan letakkan di bawah. Rapikan benang.
  3. Ulangi step 1 dan 2 sampe' rantainya sepanjang yang anda inginkan.
  4. Untuk mengakhiri, gunting ujung benang agak panjang, kemudian masukkan ke lingkaran rantai paling ujung dan tarik kencang untuk simpul mati.
Bingung gak?? gak bingung? hebaat. Aku lo rada' bingung :p

Nah, sekarang naik level. Coba' pake' jarum. 1 aja dulu, jgn 2, 2 jarum itu njelimet,.. :p
Caranya ituuu Kita buat bentuk garis panjang, Pertama-tama kita harus mengambil ujung benang wol dari tengah-tengah gulungan supaya tidak berantakan. Lalu gulung agak panjang di jari telunjuk, sisakan kira-kira 2 – 3 cm dari ujung benang kemudian ujung benang tadi kita kait pada jarum rajut tersebut. Nah setelah itu kita tahan lalu putar jarum rajut tersebut mengait ke atas membentuk seperti kepang. Lanjutkan hal tersebut berulang-ulang sampai anda terlatih.
Kalo' udah biasa bakalan gampang ini cara,..

Hemm, dari latian dasar cara ngrajut inii, brangkali aja kita jadi bisa ngrajut bnerann, kan keren kalo kita bkin syal, sweater sendirii, ya nggak??? :D

1 komentar: